Rasulullah Muhammad SAW
570 M - 632 M
Umar bin Khattab
Ahli Maqashid
Khalifah kedua yang dikenal sebagai Al-Faruq. Beliau memiliki ijtihad yang sangat tajam dalam urusan kemaslahatan umum (Maqashid) & sistem administrasi negara
Ali bin Abi Thalib
Pakar Peradilan
Sepupu sekaligus menantu Nabi yang dijuluki pintu ilmu. Beliau adalah rujukan tertinggi dalam urusan sengketa hukum dan kerumitan fatwa peradilan.
Abdullah bin Mas'ud
Madrasah Kufah
Sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Beliau membangun pondasi keilmuan di Irak yang lebih menekankan pada kedalaman makna teks dan nalar hukum.
Abdullah bin Abbas
Bahrul 'Ulum
Pakar tafsir Al-Qur'an utama di kalangan Sahabat. Beliau didoakan Nabi agar faqih dalam agama, menjadikannya rujukan luas di Mekkah.
Abdullah bin Umar
Ketelitian Atsar
Putra Umar bin Khattab yang sangat teliti dalam meniru sunnah Nabi. Beliau menjadi rujukan utama bagi Madrasah Ahlul Hadits di Madinah.
Zaid bin Tsabit
Ahli Faraidh
Sekretaris Nabi yang pakar dalam pembagian waris dan kodifikasi Al-Qur'an. Keahlian teknisnya sangat dikagumi oleh para Sahabat lainnya.
Aisyah binti Abu Bakar
Hukum Domestik
Istri tercinta Nabi yang sangat cerdas. Beliau adalah sumber primer dalam urusan ibadah privat, hukum rumah tangga, dan kewanitaan.
Said bin Musayyib
Pemimpin Tabi'in di Madinah yang sangat ahli dalam hadits mursal dan ijtihad yang kuat menyambung ke Umar bin Khattab.
Al-Qasim bin Muh.
Cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mewarisi ilmu bibinya, Aisyah RA. Beliau dikenal sangat wara' dan teliti dalam berfatwa.
Urwah bin Zubair
Pakar sejarah (Sirah) dan Fiqih. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Aisyah RA dan menjadi rujukan utama di Madinah.
Kharijah bin Zaid
Putra Zaid bin Tsabit yang melanjutkan spesialisasi ayahnya dalam ilmu waris (Faraidh) dan urusan kesaksian di Madinah.
Abu Bakar bin Abdurrahman
Seorang ulama dari Quraisy yang dijuluki Rahib (pendeta/ahli ibadah) karena kesalehannya yang luar biasa di samping keluasan ilmunya.
Sulaiman bin Yasar
Seorang mantan budak yang merdeka. Beliau menjadi ulama besar yang sangat disegani karena kejujuran dan pemahamannya.
Ubaidillah bin Abdullah
Guru dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau pakar dalam mengintegrasikan ilmu hadits dengan praktik peradilan yang adil.
Imam Abu Hanifah
An-Nu'man bin Tsabit bin Zuwatha
80 H - 150 H
"Mewarisi sanad Kufah dari Ibnu Mas'ud melalui Hammad. Beliau sangat jenius dalam Qiyas (analogi) dan Istihsan untuk memecahkan kerumitan hukum di Irak."
Imam Malik bin Anas
Malik bin Anas bin Malik bin 'Amr
93 H - 179 H
"Mewarisi sanad Madinah dari Ibnu Umar dan 7 Fuqaha Madinah. Beliau sangat mementingkan tradisi penduduk Madinah sebagai hujah yang kuat."
Imam Asy-Syafi'i
Abu Abdullah Muhammad bin Idris
150 H - 204 H
"Jembatan antara Madinah dan Irak. Beliau menyusun metodologi Ushul Fiqh pertama kali lewat kitab Ar-Risalah untuk menyeimbangkan teks dan logika."
Imam Ahmad Hanbali
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
164 H - 241 H
"Murid Imam Syafi'i yang sangat pakar dalam hadits. Beliau dikenal karena keteguhannya memegang Nash Al-Qur'an dan Sunnah di atas segala logika manusia."
Fondasi Syariah
Syariah secara bahasa berarti "jalan menuju mata air". Secara terminologi, ia adalah seluruh aturan (akidah, ibadah, akhlak, muamalah) yang ditetapkan Allah untuk hamba-Nya melalui Rasulullah SAW.
Syariat adalah "kompas" kehidupan. Tanpanya, manusia akan kehilangan arah dalam menentukan standar baik-buruk dan tujuan hidup yang hakiki.
Islam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan antara keyakinan (Aqidah) dan aturan perbuatan (Syariat).
Maqashid Syariah
Tujuan fundamental setiap hukum Islam (Ad-Dharuriyyat al-Khamsah):
Pembahasan dalam Syariah
Aqidah
"Keyakinan mutlak pada tauhid sebagai fondasi keimanan."
Adab
"Tata krama dan kesopanan dalam bersikap sesuai situasi."
Akhlaq
"Karakter atau perangai batin, terpancar dalam perilaku."
Ibadah
"Pengabdian dan kepatuhan langsung kepada Allah SWT."
Muamalah
"Aturan hubungan sosial antar manusia dalam hidup."